Service Televisi
Posted by Admin on Maret 26th, 2010 11:46 PM | Tak Berkategori
Pertama kali service TV Saya
ingat persis awal awal saya memperbaiki televisi.Saat itu TV yang saya
perbaiki adalah merk sony, type jadul.Kerusakan TV ini adalah tidak
mau hidup padahal lampu stanby sudah on.” TV ini baru bisa nyala kalo
udah 20 – 30 menitan dicoloki ke listrik ” keluh pelanggan saya waktu
itu.Dasar emang masih STM belum punya pengalaman di medan perang,
jadinya malah periksa ngacak, apa aja diukur hahaha….Alhasil TV belum
juga berfungsi normal, sampai satu Minggu saya ngoprek ngoprek TV
ini.Akhirnya saya nyerah waktu itu, saya lempar deh TV nya ke tempat
sampah teman saya yang memang lebih jago.Mungkin anda sudah bisa
menebak apa kerusakan sebenarnya TV nya. Yup…..solderan, saya sampai
bingung waktu itu.kenapa teman saya bisa dengan mudah memperbaikinya.
Kerusakan yang demikian itu bisa disebabkan oleh retaknya
solderan/patrian di bagian power/AC matic/bagian horizontal, ini dia
yang saya lupakan. Atau bisa juga kerusakan kondensator dibagian
power/AC matic/bagian horizontal, keringnya kondensator (elco) yang
biasanya ditandai dengan fisik elco yang membengkak di bagian atasnya.
Untuk retaknya patrian/solderan memang memerlukan ketajaman dan
ketelitian mata untuk memeriksanya. Biasanya dengan menyolder ulang
semua bagian (block) yang dicurigai akan lebih efektif daripada kita
harus meneliti satu satu solderan kaki komponen yang retak atau ukur
mengukur komponen lain misalnya.
Tips Bagus Teknik Dasar
Service TV
TEHNIK DASAR DAN ANALISA SERTA CARA MEMPERBAIKINYA
Berikut adalah tehnik dasar bagaimana cara menganalisa kerusakan pada pesawat televisi :
-jenis-jenis kerusakan dan cara mengetahui kerusakan :
1. Mati total.
jika pesawat televisi tiba-tiba
mati, pertama kali yang harus dilakukan adalah :
a. buka smua skrup yang ada.
b. lihat apakah
fuse/sekering putus,bila putus coba ganti dengan ukuran ampere yang sama trus nyalain. jika fuse putus lagi berarti daerah
power suply yang rusak.
Cara mengatasinya :
Coba
ukur elco yang paling besar.ukurannya biasanya 100uf/400v.ukur
bolak-balik pake avometer skala 10 ohm.jika keduanya nyambung
kemungkinan
diode atau
transistornya rusak.- Coba test/ukur dioda yg ada di dekat saklar
on/off,ada 4 buah.pake avometer di skala 10 ohm.ukur bolak-balik.jika
nyambung keduanya berarti rusak.ganti dgn ukuran yang sama.
- Coba
ukur transistor yang besar,berkaki tiga.ukur kaki nomor 2 dan 3
bolak-balik pake avometer skala 10 ohm.jika keduanya nyambung berarti
rusak.ganti dengan nomor yang sama.
- jika elco besar diukur sudah tidak nyambung berarti suply udah bagus.coba nyalain lagi
-
kalo masih ndak mau nyala coba ukur transistor horizontal yang ada
deket plyback.caranya sama dgn diatas.jika rusak ganti dgn nomor yg
sama.trus coba nyalain lagi.insyaallh tv dah bisa nyala. Prosedur
Pencarian Kerusakan
Langkah-langkah efisiensi yang diperlukan dalam prosedur reparasi adalah sebagai berikut.
1) Keadaan Gangguan Diketahui
Ketika menerima TV yang mau diservis, dengar/tanyakan kerusakan dari konsumen untuk mempermudah mempermudah pemeriksaan.
2) Perkiraan Blok Yang Rusak
Pesawat
TV dihidupkan, atur tombol pengatur suara, kontras, brightness dan
warna. Lihat gejala-gejala yang nampak pada layar TV untuk menduga-duga
bagian mana yang rusak. Buatlah perkiraan blok yang rusak sesuai table
kerusakan.
3) Membagi Sebuah Blok Yang Rusak
Meskipun
rangkaian yang mencurigakan telah dapat ditentukan, tetapi daerah yang
diperiksa sangat luas. Maka dari itu, bagian yang rusak lebih efisien
untuk dapat ditemukan jika daerah yang diperiksa makin terbatas.
4) Menemukan Bagian Yang Rusak
Setelah membuat daerah yang dicurigai semakin sempit, ukur tegangan dan resistansi dengan menggunakan
Multitester.
Blok TV
System televisi berwarna menggunakan tiga sinyal untuk bekerja secara sempurna, tiga sinyal tersebut adalah :
• Sinyal pembawa suara (FM)
• Sinyal pembawa gambar (AM)
• Sinyal luminan (gelap-terang), sinkronisasi dan sinyal krominan (pembawa warna)
Secara
umum sinyal-sinyal tersebut dikenal sebagai Sinyal Audio, Sinyal Video
Luminan (gelap-terang) dan sinyal Video Krominan (warna), dan berkat
ketiga sinyal tersebut memungkinkan kita dapat melihat gambar berwarna
dan mendengar suara.
Ketiga sinyal tersebut diproses oleh rangkaian
yang berbeda, dimana masing-masing rangkaian dikelompokkan berdasarkan
fungsinya, namun saat ini kebanyakan televisi sudah menggunakan
rangkaian-rangkaian yang di kemas dalam sebuah IC / Chip tunggal
sehingga hampir tidak dapat di identifikasi lagi mana bagian-bagianya
kecuali kita memiliki skematik televisi bersangkutan atau lembar data
dari Chip / IC yang digunakan.
Selain memproses ketiga sinyal diatas,
pesawat televisi juga memiliki rangkaian-rangkaian defleksi vetikal
dan horisontal yang berguna untuk menghasilkan raster pada tabung
gambar, dan – meskipun bukan bagian utama dari sebuah pesawat penerima
televisi – blok rangkaian kontrol beserta remote-controlnya juga
termasuk rangkaian sangat penting pada televisi generasi sekarang.
Disini
(secara bertahap) dibahas masing-masing fungsi dari blok-blok pesawat
televisi berwarna dimana setiap blok akan dibahas secara mendalam dan
detail, selain itu di ahir pembahasan setiap blok akan di tunjukkan
gejala yang timbul jika pada blok yang bersangkutan terjadi kerusakan
sehingga akan memudahkan dalam proses perbaikan.
Dibawah ini
ditunjukkan diagram blok dari pesawat penerima televisi PAL. Untuk
menuju ke pembahasan selanjutnya anda bisa meng-klik tepat diatas
gambar setiap-bloknya atau gunakan menu disamping atau link dibawah
Tuner
Penguat RF, Mixer, Osilator Lokal
Rangkaian Suara
Detektor 5.5Mhz, Penguat IF Suara, Detektor FM, Penguat Suara
Rangkaian Gambar
Penguat IF Gambar, Detektor Video, AFT, AGC, Penguat Video, Delay Line
Rangkaian Reproduksi Warna
Penguat
Band-Pass, Elemen tunda 1H, Rangkaian Penambah-Pengurang, Rangkaian
switching fasa 180, Penguat burs, Oscillator 4.43Mhz, Penguat U-V,
DemodulatorRangkaian Sinkronisasi
Pemisah Pulsa Sinkronisasi, Rangkaian pulsa vertikal, Rangkaian Pulsa Horisontal, Yoke Defleksi
Flyback TransformerTravo Flyback
Tabung CRT
Tipe Delta, Tipe In-Line, Tipe In-Line Trinitron
Rangkaian Power Supply
Penyearah, Regulator
Merek Model
Series Chasis Micom Processor Keterangan SCH/SM
Goldstar CA16D22 MC-41B GS8434-03A TA8690 SCH
LG 14G5RB-TE MC-059A LA76931
LG631 9R Singgle Chip Teknologi Cima II SCH
Panasonic TC-21S10 MX-3 MN152811TZX AN5192K-A SCH
Sharp 20GT-20 UA-1 Tda9381PS/N2/1/0542
IX3368CEN5 Singgle Chips SCH
Sony KV-TG21 BG-2T CXP85224A-079S TDA8844 SCH
Sony KV-J14M1J BG-2S CXP85220A-060S TDA8374A SCH
Sekilas
kita kembali ke hal dasar yaitu tentang Cara kerja kapasitor.
Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan
listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang
dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik.
Bahan-bahan dielektrik yang
umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika
kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan
positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan
pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal
yang satu lagi.
Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung
kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung
kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang
non-konduktif.
Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada
konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor
ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di
awan. Itu merupakan gambaran singkat mengenai bagaimana Cara kerja
kapasitor.
Kapasitansi
Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan
dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs
pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron.
Kemudian
Michael Faraday membuat
postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1
farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1
coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :
Q = CV …………….(1)
Q = muatan elektron dalam C (coulombs)
C = nilai kapasitansi dalam F (farads)
V = besar tegangan dalam V (volt)
Untuk
rangkain elektronik praktis, satuan farads adalah sangat besar sekali.
Umumnya kapasitor yang ada di pasar memiliki satuan uF (10-6 F), nF
(10-9 F) dan pF (10-12 F). Konversi satuan penting diketahui untuk
memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. Misalnya 0.047uF dapat juga
dibaca sebagai 47nF, atau contoh lain 0.1nF sama dengan 100pF.
Tipe Kapasitor
Kapasitor
terdiri dari beberapa tipe, tergantung dari bahan dielektriknya. Untuk
lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kapasitor
electrostatic, electrolytic dan electrochemical.
Kapasitor Electrostatic
Kapasitor
electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan
dielektrik dari keramik, film dan mika. Keramik dan mika adalah bahan
yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya
kecil. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa uF, yang biasanya untuk
aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Termasuk
kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti
polyester (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan
mylar), polystyrene,
polyprophylene, polycarbonate, metalized paper dan lainnya.
Mylar,
MKM, MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor
dengan bahan-bahan dielektrik film. Umumnya kapasitor kelompok ini
adalah non-polar.
Kapasitor Electrolytic
Kelompok kapasitor
electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya
adalah lapisan metal-oksida.Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok
ini adalah kapasitor polar dengantanda + dan – di badannya. Mengapa
kapasitor ini dapat memiliki polaritas, adalah karena proses
pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutup positif
anoda dan kutup negatif katoda.
Telah lama diketahui beberapa metal
seperti tantalum, aluminium, magnesium, titanium, niobium, zirconium
dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk
lapisan metal-oksida . contoh dari kapasitor ini yaitu Elco /
kondensator.
Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses
elektrolisa, seperti pada proses penyepuhan emas. Elektroda metal yang
dicelup kedalam larutan electrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan
positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif
(katoda). Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidai
permukaan plat metal. Contohnya, jika digunakan Aluminium, maka akan
terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3) pada permukaannya.
Dengan
demikian berturut-turut plat metal (anoda), lapisan-metal-oksida dan
electrolyte(katoda) membentuk kapasitor. Dalam hal ini
lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. Lapisan metal-oksida ini sangat
tipis,sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang
kapasitansinya cukup besar. Karena alasan ekonomis dan praktis, umumnya
bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Bahan
yang paling banyak dan murah adalah Aluminium. Untuk mendapatkan
permukaan yang luas, bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial.
Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya
besar.
Sebagai contoh 100uF, 470uF, 4700uF dan lain-lain, yang
sering juga disebut kapasitor elco. Bahan electrolyte pada kapasitor
Tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. Disebut electrolyte
padat, tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi
elektroda negatif-nya, melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida.
Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang
besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. Selain itu karena
seluruhnya padat, maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan
lama.
Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil
Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal.
Kapasitor Electrochemical
Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. Termasuk kapasitor jenis ini adalah
batere
dan accu. Pada kenyataanya batere dan accu adalah kapasitor yang
sangat baik, karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor
(leakage current) yang sangat kecil. Tipe kapasitor jenis ini juga masih
dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun
kecil dan ringan, misalnya untuk applikasi mobil elektrik dan telepon
selular.
Kapasitor Electrochemical Satu jenis kapasitor lain adalah
kapasitor electrochemical. Termasuk kapasitor jenis ini adalah batere
dan accu. Pada kenyataanya batere dan accu adalah kapasitor yang sangat
baik, karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage
current) yang sangat kecil. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam
pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan
ringan, misalnya untuk applikasi mobil elektrik dan telepon selular.
Toleransi Kapasitor
Seperti
komponen lainnya, besar kapasitansi nominal ada toleransinya. Tabel
dibawah menyajikan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf
tertentu.
Dengan table ini pemakai dapat dengan mudah mengetahui
toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal
kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R, maka kapasitasinya adalah
100nF dengan toleransi +/-15%. Sekaligus diketahui juga bahwa suhu
kerja yang direkomendasikan adalah antara -55C sampai+125C, perhitungan
yang mudah bukan. Secara praktek bila kita mencari nilai toleransi
sebuah kapasitor yang lebih kecil maka harganya akan lebih mahal juga.
Demikian
posting ini tentang Cara kerja kapasitor di posting lain akan
dijelaskan bagaimana cara membaca nilai pada kapasitor semoga
bermanfaat.
elanjutkan artikel “Reparasi monitor bag.1″ yaitu
mengenai Setting Flyback Monitor yang membahas penanganan masalah
tampilan dengan melakukan trimming trimpot di Fly-Back, pada artikel
ini Mas Dian Sahid memberikan tips dan trik bila trimpot flyback yang
diadjust sudah tidak berfungsi, atau kita nyatakan rusak, maksudnya;
trimpot masih tetap bisa diputar tetapi misalkan pada trimpot focus
pada posisi putaran minimal sampai posisi putaran maksimal tidak bisa
didapatkan tampilan gambar yang jelas/ focus.
Perlu anda ketahui,
bahwa didalam fly-back terdapat; coil (gulungan kawat tembaga),
capasitor non elektrolit, resistor dan 2/3 buah trimpot (tergantung
ukuran CRT). Kalau melihat kembali ke fungsi dasar fly-back maka
fly-back yang masih dapat mengeluarkan tegangan tinggi dinyatakan masih
berfungsi.
Hanya saja ada komponen tambahan pada fly-back yang
memanfaatkan tegangan tinggi dalam fungsinya yaitu trimpot screen dan
focus, kurang berfungsinya trimpot ini biasanya karena nilai resistansi
sudah berubah yang diantaranya disebabkan karena suhu yang cukup panas
pada komponen dalam monitor .
Tidak berfungsinya trimpot screen dan
focus secara maksimal pada hasil tampilan menandakan anda harus
mengganti fly-back, pengalaman yang saya alami ternyata sangat tidak
mudah mencari fly-back yang sama type dan merknya, sehingga solusi yang
saya dapatkan ialah; mengambil fly-back dari bangkai monitor lain yang
typenya sama (kanibal), atau memesan fly-back yang typenya sama tetapi
dengan harga yang lumayan mahal (itupun kalau ada di pasaran), dan
solusi berikutnya ialah CANGKOK FLY-BACK, cangkok fly-back artinya
menanam dua buah flyback di sebuah monitor Bentuk dari trafo Flyback
bisa dilihat disini :
flyback monitor
Implementasi
Perhatian
!!!, Penulis tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang menimpa
diri anda selama melakukan percobaan ini (baik kejutan sengatan listrik
dll.) dan Ingat !!! , Flyback dalam keadaan off (setelah on) bisa
menyimpan muatan listrik hingga 20.000 Volt, jadi baca artikel
sebelumnya (”bagian 1”) untuk menjadi perhatian.
Pada artikel ini
diperlukan sedikit keahlian khusus mengingat tingkat kesulitan agak
meningkat dari artikel sebelumnya, dan yang paling penting dari yang
paling penting minta perlindungan kpd allah subhanahu wata’ala supaya
selalu dilindungi dalam berbagai aktivitas .
Peralatan dan bahan
yang dibutuhkan diantaranya; solder , timah secukupnya, kabel tunggal
(NYAF) +/- 60 cm, tang lancip, cutter , isolasi dan flyback
cangkok.Kemudian buka cover belakang monitor untuk melihat jeroannya
dengan memposisikan monitor terbalik.
Ada baiknya untuk sekaligus
membersihkan jeroan monitor dari debu dan sarang laba-laba, untuk
perhatian agar tidak langsung menyentuh bagian kop flyback yang menuju
tabung CRT karena masih menyimpan muatan listrik, untuk membuang muatan
listriknya lakukan hubung singkat (short circuit) dengan Ground
melalui perantara kabel (caranya bisa anda lihat di artikel pertama).
Lepas
kop fly-back dari tabung CRT kemudian lepas pula kabel (yang biasanya
berwarna merah) dari kopnya, intinya kita akan memasukkan dua buah
kabel (warna merah – dari 2 buah fly-back) ke dalam satu kop. Untuk
persiapan pada fly-back cangkok, Hubung singkatkan semua kaki-kaki
flyback dengan kabel dan disolder kemudian berikan kabel penghubung
untuk nantinya disambung ke Ground monitor .
Karena kita akan
memasukkan 2 buah kabel ke dalam satu kop maka lakukan pengecilan
diameter isolasi kabel fly-back dengan mengirisnya sedikit demi sedikit
dengan cutter (hingga lapisan pertama), ini dilakukan supaya 2 buah
kabel tsb bisa masuk ke dalam satu kop.
Peralatan yang anda bisa
gunakan untuk langkah ini ialah menggunakan tang lancip, tang potong,
cutter dan solder . Gunakan kreatifitas dan inisiatif anda didalam
mempraktekkan langkah langkah diatas, karena tidak ada cara yang baku
untuk kasus ini, sehingga keterampilan anda terlatih untuk berkembang
berkembang. Anda bisa meng-Isolasi hasil penggabungan 2 buah kabel yang
dimasukkan ke dalam satu kop untuk keamanan, mengingat akan dialiri
oleh tegangan yang cukup tinggi.
Selanjutnya, sambungkan kabel
penghubung dari kaki-kaki flyback untuk ground yang sebelumnya telah
dipersiapkan menggunakan solder .Posisikan flyback tambahan (cangkok)
dengan aman di jeroan monitor dan bila perlu diperkuat dengan kabel
ties.
Lepas 2 buah kabel yang menjulur dari flyback (asli) ke Blok
RGB (biasanya bernama ”Screen” dan ”Focus”), kemudian digantikan dengan
milik fly-back hasil cangkok. Letak perbedaan 2 kabel ini (screen dan
focus) ialah pada ukuran diameter kabel, dimana salah satunya lebih
besar untuk menunjukkan perbedaanya.
Anda bisa mengisolasi kabel
screen dan focus milik fly-back (asli) yang telah dilepas dari Blok
RGB, karena sudah tidak difungsikan.
Periksa ulang langkah-langkah
diatas sebelum mencoba meng-ON-kan monitor , karena penulis tidak
bertanggung jawab atas kecelakaan fatal yang disebabkan kelalaian anda
didalam mempraktekkan, diantaranya :
• Apakah 2 kabel yang masuk ke
dalam kop dari 2 fly-back sudah benar ? , pastikan sambungannya kokoh
dan bila perlu diisolasi, kemudian masukkan kop dengan benar ke tabung
CRT.
• Pastikan semua kaki-kaki flyback cangkok di short-kan
(hubung-singkat) yang kemudian dihubungkan dg kabel ke Grounding
monitor .
• Penggantian kabel screen dan focus pd Blok RGB dari
flyback (asli) dengan milik flyback cangkok pastikan tidak tertukar ,
kemudian isolasi kabel screen dan focus milik flyback (asli) yang sudah
tidak difungsikan untuk pengamanan.
• Pastikan kedudukan / posisi flyback cangkok pada posisi yang aman dan strategis (untuk dijangkau).
Terakhir
, ON-kan monitor berikut CPU, atur kecerahan dan focus gambar melalui
potensiometer pada flyback hasil cangkok, untuk hal ini anda bisa
melihat-lihat kembali artikel sebelumnya.
Demikian artikel ini
ditulis oleh Mas Dian Sahid yang dipublikasikan melalui komunitas
eLearning Ilmukomputer.com , dengan harapan bisa menjadi bahan rujukan
bagi para praktisi bidang teknik komputer sehingga bisa meningkatkan
sumber daya dan kemampuan para IT-ers di cabang perangkat keras.
Umumnya
monitor CRT dengan pemakaian lebih dari 1 tahun akan sedikit banyak
mengalami perubahan tampilan, biasanya agak buram, terlalu terang,
terlalu gelap, gambar kurang cerah atau kerusakan lainnya. Pengalaman
yang penulis akan uraikan bersifat urgent, dimana tidak diperlukan
suatu keterampilan khusus dibidang elektronika dalam mempraktekkannya,
paling tidak anda mengerti apa itu listrik, artinya anda harus
hati-hati karena yang namanya listrik itu tidak terlihat tapi dapat
dirasakan.
Komponen bagian dalam monitor identik dengan yang namanya
“high voltage”, memang benar… karena didalam tabung monitor terdapat
tegangan ribuan volt, kok bisa? Padahal tegangan listrik dirumah-rumah
hanya 220 VAC, ini disebabkan karena adanya rangkaian yg berfungsi
menaikkan tegangan, disini penulis tidak membahas bagaimana cara
menaikkan tegangannya tapi lebih kepada praktisnya saja.
Untuk
pengenalan, di dalam monitor ada sebuah komponen yg namanya “fly-back”,
disinilah tegangan tinggi tersebut dikeluarkan menuju tabung monitor,
bentuk komponennya bisa anda lihat pada gambar di bawah ini.
Tips
yang akan saya sampaikan yaitu; mengatasi monitor CRT yang tampilannya
buram, terlalu cerah dan kurang cerah. Tampilan gambar di layar monitor
pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa komponen dan rangkaian,
diantaranya; RGB, fly-back, choke, degauss dan lain lain. Tapi tips
yang saya sampaikan hanya mengenai Fly-back, mengingat tips ini
bersifat urgent.
Langkah pertama ialah mempersiapkan alat penunjang
praktek, diantaranya; obeng + dan -, testpen dan kuas (jika diperlukan
untuk membersihkan jeroan monitor).
Balik posisi monitor untuk
membuka body monitor dengan melepas semua mur, gambar bisa dilihat di
bawah (bila anda tergolong anak yg rajin bisa sambil dibersihkan jeroan
monitor dengan kuas).
Hal yg perlu anda waspadai dan berusaha untuk
tidak menyentuhnya ialah kabel dari fly-back yg menjulur ke arah tabung
monitor (baik keadaan monitor off apalagi sedang on), gambarnya bisa
anda lihat di bawah.
Fly-back memiliki 2 buah trimpot / variable
Resistor (bentuknya seperti putaran pengatur volume audio) untuk 15”
kebawah, dan 3 buah trimpot untuk 17” keatas. Diantaranya; focus dan
screen (berlaku juga untuk 3 trimpot).
Trimpot dengan nama focus
diadjust (diatur dengan diputar) untuk mendapatkan gambar yang jelas,
sedangkan trimpot dengan nama screen diadjust untuk mengatur
terang-gelap tampilan pada layar monitor, gambar bisa dilihat di bawah.
Ketika
melakukan adjust trimpot focus dan screen pada fly-back, monitor harus
dalam keadaan on untuk melihat langsung perubahan gambar.
Demikian
kira kira tulisan dari mas Dian sahid, namun kalau boleh saya tambahkan
pada saat kita melakukan pengaturan flyback tentu saja monitor harus
dalam keadaan on tapi akan lebih baik dan lebih teliti lagi jika kita
melakukannya ketika Kabel koneksi VGA sudah dikoneksikan ke PC sehingga
perubahan gambar bisa dilihat lebih jelas.
Apalagi untuk monitor
monitor jadul ( jaman dulu ) walaupun kita sudah menyalakan tombol
power monitor biasanya tidak akan ada gambar sama sekali jika kita
belum mengkoneksikan kabel data, Untuk monitor yang baru biasanya suka
ada peringatan “check data cable” dilayar monitor. Jadi sebelum rekan
menyetting Trimpot Flyback pastikan dulu Kabel VGA sudah dikoneksikan.
Sedikit
juga trik dari saya, seperti yang kita ketahui sedikit putaran saja
pada Trimpot Flyback akan sangat berpengaruh ke gambar yang dihasilkan.
Oleh karena itu jika monitor dibawa perjalanan atau sering pindah
tempat sedikitnya akan merubah settingan Flyback. Kita bisa
mengakalinya dengan cara menggunakan lem silicon pada trimpot sehingga
settingannya tidak berubah. Tentu saja sebelum anda memberi Lem silicon
tersebut ( ada juga yang menyebutnya lem lilin ) anda harus menyetting
dahulu Trimpot Screen dan Focusnya.
Mengenali Kode Tabung TV
Kita
mengetahui bahwa tabung CRT merupakan komponen yang paling mahal dari
sebuah Televisi. Di postingan ini saya akan sharing bagaimana cara
mambaca kode tabung CRT. Semua tabung gambar, baik monokrom atau jenis
warna bisa dikenali dengan kode tertentu yang terdiri dari angka dan
huruf. Kode ini berbeda satu sama lain karena masing masing tabung
memiliki karakteristik yang berbeda.
Sebagai contoh, tabung gambar
monitor yang memiliki kode M34AFA63X03 atau bisa juga ditulis dalam
kode seperti ini M/34/AFA/63/X/03, Arti dari kode kode tersebut yaitu :
Bagian 1: Aplikasi Penggunaan
Monitor komputer tabung mulai dengan huruf “M” sedangkan untuk TV tabung gambar, yang dimulai dengan “A”.
Bagian 2: Diagonal ukuran layar dalam centimeter (cm)
Angka
“34″ adalah angka diagonal yang berarti 34cm yang merujuk ke Tabung
Gambar 14″ ,lalu ada juga 36cm yang berarti Tabung Gambar 15″, dan 41cm
adalah 17″ dan sebagainya. :waaah
Bagian 3: Kode Model
Tiga huruf
“AFA” menunjukkan model tabung yang serupa karakteristik fisik dan
listrik. Biasanya ditulis dengan huruf alfabet diawali dengan “AAA”,
diikuti dengan “AAB”, “AAC” dll
Bagian 4: Nomor model
Angka “63″
menunjukkan model spesifik dari tabung dalam kode model. J berbeda
dialihkan ke nomor yang sama tabung keluarga yang berbeda diameters
leher, misalnya satu digit akan menjadi monokrom tabung, tapi ini dua
digit angka itu menunjukkan warna.
Bagian 5: Fosfor Jenis
Kode
yang kelima menandakan jenis fosfor yang digunakan. Huruf X di sini
berkaitan dengan fosfor P22 untuk warna tabung gambar. CRT monitor
biasanya menggunakan huruf tunggal (kecuali I,O / W) untuk menetapkan
jenis fosfor yang digunakan untuk tabung tersebut. Satu warna untuk
gambar, yang merupakan simbol fosfor WW, sesuai untuk P4. Tabung Monitor
monokrom juga terkadang dapat menggunakan kode WW atau beberapa
kombinasi dua huruf (kecuali I dan O).
Analisa CRT Rusak
Kadang
kita melihat layar kita tidak utuh (tertekan/atau melipat) sehinga ada
bagian hitam di bagian atas maupun bawah,kadang kalo kerusakannya parah
bisa hanya ada garis horizontal melintang di layar TV kita.
Orang
yang tidak tau ada yang mendiagnosa tv kita rusak tabungnya. Ini
pendapat yang salah.TV kita bukan rusak tabungnya tapi rusak di bagian
sinkronisasi vertikal.
Kemudian ada juga layar yang tertekannya
dibagian samping kiri atau kanan. Ini juga bukan karena kerusakan
tabung. Untuk kerusakan ini ada beberapa kemungkinan yang rusak: bisa
di bagian horizontal,transformer Fly back,catu daya,atau barangkali
hanya tegangan listrik di rumah anda saja yang terlalu ngedrop.
Kerusakan
seperti ini memang kebanyakan ditemui pada tegangan B+ yang tidak
normal.Saya sendiri juga sewaktu dulu masih aktif service service TV
pernah menemui kerusakan seperti ini, klo tidak salah dulu penyebabnya
adalah Opto Coupler.
Kemudian layar berbentuk trapesium atau tertekan
kiri,kanan,atas dan bawah. Biasanya untuk kerusakan ini sering terjadi
karena kumparan defleksi short/korslet karena mengelupas lapisan
emailnya.
kerusakan ini bila dibiarkan akan menjalar ke bagian
horizontal dan bagian lain atau lebih parah lagi akan menjadikan tv
kita mati total.
Kerusakan berikutnya adalah warna tv terlihat
dominan warna tertentu atau ada warna yang tidak lazim atau hilangnya
warna tertentu.
Untuk kerusakan ini bisa jadi tabung televisi memang
benar benar rusak, namun ada baiknya kita mendiagnosa sendiri kerusakan
secara sederhana bila kita mengerti sedikit ilmu elektronika.
Untuk kerusakan warna ini,hal yang perlu dilakukan adalah mencermati warna apa yang dominan atau warna apa yang hilang.
(merah,hijau,biru) karena secara teknis warna tv adalah penggabungan dari tiga unsur warna tersebut.
Apa rekan juga pernah menemukan kerusakan TV yang berkaitan dengan CRT…..!!!!! :waaah :waaah
Pertanyaannya mungkin bagaimana mencari kerusakan atau memperbaiki kerusakan ini?
Berikut akan saya coba tuliskan sedikit trouble shooting tentang kerusakan jenis ini secara sederhana :
Setelah
casing kita buka, dibagian belakang dari tabung ada PCB yang kecil dan
menempel pada tabung bagian belakang. Itu adalah PCB dari penguat
warna. biasanya kerusakan sering terjadi disana.
Langkah pertama yang
dapat dilakukan adalah bersihkan permukaan PCB deengan thiner,kemudian
lakukan penguatan solderan disana dengan cara menyolder ulang
kaki-kaki komponen yang ada disana.keretakan solderan yang tidak
terlihat secara jelas oleh mata bisa mengakibatkan kerusakan warna
tadi. dan terkadang dengan langkah itu kerusakan sdh bisa teratasi. Nb:
untuk TV merk National/Panasonic biasanya dengan langkah ini belum
bisa sembuh kerusakannya walaupun kerusakan awalnya memang lepasnya
solderan. langkah yang harus diambil adalah mengganti transistor
penguat warna yang ada di PCB (merah,hijau,biru) tiga-tiganya
sekaligus.
Sedangkan untuk di merk Samsung yang paling sering rusak
dan paling sering saya temui di bagian ini adalah IC Amplifier 6107 /
6108 / 6109 IC ini berbentuk IC sisir.
Bila setelah di solder ulang
tapi warna tetap belum normal,kini giliran kita melakukan pengecekan
benarkah tabung TV kita memang rusak atau memang ada kerusakan lainya.
Caranya cukup sederhana.
Ambil kabel multi meter kita, bisa yang
hitam atau yang merah.kemudian tancapkan salah satu ujungnya di bagian
ground dari TV kita (casing), kemudian hidupkan TV,selanjutnya salah
satu ujung dari kabel tadi kita colokkan ke kaki katoda tabung yang ada
di PCB kecil tadi.
Ada 3 katoda disitu, merah, hijau, dan biru.
Biasanya di PCB tertulis KR untuk katoda merah(red), KB untuk katoda
biru(blue) dan KG untuk katoda hijau(green). Perhatikan perubahan layar
saat kita lakukan langkah ini. Warna layar akan dominan warna merah
ketika kita colokkan kabel tadi di katoda merah, begitu pula untuk
warna lainnya.
Apabila warna di layar tidak berubah pada saat kita
colokkan kabel ke katoda,perlu dicurigai kerusakan tabung(layar) dari
tv kita. Meski bisa saja terjadi soket dari pin CRT kendor.
Bila
diagnosa kita menyatakan tabung TV kita tidak rusak, kita dapat
melakukan perbaikan kecil-kecilan dengan mengganti komponen aktif /
pasif yang ada di PCB kecil tadi. Biasanya komponen aktif seperti IC
atau transistor yang sering rusak. Bila kita masih ragu untuk kerusakan
pastinya saya sarankan rekan rekan jangan dulu gegabah memvonis dan
mengganti CRT, pasalnya penggantian CRT terkadang tidak selalu berjalan
mulus apalagi CRT ini sendiri merupakan komponen yang paling mahal.
Lebih
baik rekan berkonsultasi dahulu dengan teknisi yang lebih
berpengalaman atau baca baca artikel lain yang mungkin bisa membantu
seperti di postingan saya dahulu di Tips mengukur ukur CRT.
Yang
penulis rasakan setelah dulu pernah mengganti CRT adalah sulitnya
mengatur adjustment warna.Settingan yang wajib dilakukan adalah
deflection yoke,magnet puritas dan lain lain.Untuk Penyettingan CRT ini
akan jauh lebih mudah jika rekan rekan memiliki kode service remote TV
tersebut.
4 Tanda kerusakan dalam service TV
Terkadang banyak
teknisi yang begitu dihadapkan pada sebuah kerusakan televisi langsung
beraksi dengan Multimeter dan soldernya.Padahal teknik seperti ini
salah besar, bisa jadi setelah anda menganalisa sampai sekian lama dan
tidak menemukan penyebab kerusakan anda baru menyadari bahwa hanya ada
satu kerusakan sepele, steker putus misalnya hehehe ( kebangetan klo
emang bner)
Menurut pengalaman saya selama menekuni bidang service
ada beberapa indikasi yang bisa dijadikan tanda sebuah kerusakan,
berikut beberapa tandanya :
- Penglihatan pada keseluruhan
bagian TV. PCB retak, resistor yang terbakar, capasitor elektrolit yang
meledak, bunga api yang timbul dari flyback, komponen retak,retak
leher tabung, merupakan sedikit dari banyak hal contoh ini.
-
Pendengaran,anda dapat mendengar bunyi tik tik dan suara tidak
normal dari flyback atau transformator,Elko meledak saat beroperasi
atau adanya suara desisan dari tudung tegangan tinggi pada tabung.
-
Penciuman, minyak yang bocor dari kondensator dapat
menghasilkan bau yang kuat begitu juga dengan resistor atau dioda yang
terbakar.Atau adanya bau ozon yang tercium disekitar flyback dapat
mangindikasikan adanya kebocoran tegangan tinggi.
-
Sentuhan,anda dapat menggunakan jari anda untuk menganalisa suatu
kerusakan.Hanya saja anda harus sedikit berhati hati.Pastikan anda
selalu mencabut stop kontak sebelum anda melakukan aksi ini.Mengukur
normal atau tidaknya panas transistor power misalnya cukup berbahaya
jika dilakukan pada saat unit masih dalam keadaan ON. Pastikan juga
anda tidak menyentuh tanah pada saat menyentuh komponen yang sensitif
terhadap listrik statis, IC MICOM misalnya atau eeprom.
PERMASALAHAN POWER MATI PADA TV SAMSUNG
Gejala
pada TV Samsung ini sendiri adalah power off, komponen yang sudah
dicoba diganti adalah Tr Power 6810A yang setelah diganti baru ternyata
short lagi, kemudian Deflection yoke juga diganti dengan yang baru
namun ternyata masih menunjukkan kerusakan yang sama.
Anehnya pada
saat TV dinyalakan tetapi dengan kondisi deflection yoke dicabut
transistor power tidak putus / short lagi, setelah dicek ternyata
kerusakan bukan pada bagian TR power atau deflection yoke melainkan
pada capasitor horizontal 680pF 1K2V yang hambatannya sudah berubah
walaupun tidak short.
Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar, bagian yang ditandai menunjukkan komponen yang saya maksud.
Tentu
saja penyebab lain untuk kerusakan sejenis masih banyak, tetapi supaya
anda tidak kehabisan stok TR power untuk kerusakan seperti ini saya
sarankan anda juga membaca postingan saya yang terdahulu tentang Trik
Mencegah Transistor Power Short. Ok sekian
Mencegah Transistor Power Short
Di
sini saya akan mengunakan lampu pijar sebagai alat bantu untuk servis
barang barang elektronik termasuk salah satunya TV.Sebagai seorang
Teknisi service mungkin telah sering mengalami penggantian transistor
power, sekali pasang langsung jebol. Itu di karenakan masih adanya
kerusakan di bagian driver atau di load transistor itu sendiri.
Untuk
perbaikan masalah seperti diatas itu sebaiknya anda pasang lampu
secara seri. Sekring di jaringan listrik atau di PCB modul Power supply
di ganti dengan lampu pijar 100Watt itu untuk ukuran TV kurang lebih
29″ , sedangkan untuk 21″ lampu pijar 60 watt juga sudah mencukupi
Tujuannya
kalau ada beban yang berlebihan akan menyalakan lampu /tidak merusak
TR. Pada prakteknya jika TV dalam keadaan normal / berfungsi normal
lalu kita pasangi lampu seperti di bawah ini :
Maka lampu akan Nyala sesaat kemudian akan berangsur angsur meredup dan mati yang pada akhirnya Televisi pun akan nyala normal.
Keadaan
ini akan berbeda bila kita pasangkan lampu tersebut pada sebuah
Televisi yang modul horizontalnya / bagian horizontalnya masih terdapat
masalah, lampu tersebut akan menyala terang secara terus menerus yang
menandakan adanya short pada rangkaian.
Saya juga pernah mencoba
rangkaian ini sewaktu memperbaiki monitor, tetapi ternyata tidak
bekerja. Lampu tersebut tetap menyala terang walaupun di rangkaian
horizontal sudah tidak terdapat short.Saya sendiri juga tidak tahu
kenapa, males analisanya. Mungkin anda tahu ????
Apa anda juga
mempunyai trik lain untuk mengurangi kecelakaan penggantian
komponen,??? Jika ada silahkan share, mungkin bisa berguna untuk rekan
rekan teknisi lain.
Tips Analisa Tuner
Mungkin anda sering
menemukan adanya kerusakan TV yang disebabkan oleh Tuner, komponen yang
satu ini berfungsi untuk menangkap siaran / sinyal yang dipancarkan
oleh stasiun televisi, berikut saya suguhkan artikel dari salah satu
teman saya.
Cara nya adalah sebagai berikut : coba perhatikan pesawat
TV anda ,apakah masih ada sedikit saluran yang masih terlihat atau
tidak dengan cara berpindah-pindah saluran,terus lakukan langkah
berikut ini :
Anda masuk ke MENU lalu ke modus cari (TUNING) manual /
semi auto dan bukan fine tuning.coba anda search ( cari program ) dan
amati apakah ada saluran atau siaran yang dapat terkunci??Bila tidak ,
dan siaran terlihat terus lewat tanpa berhenti terkunci, maka kerusakan
ada di komponen trafo IF ( 6019, 498U, Eo8L, 9074 dll).Tapi bila
siaran berhenti atau terkunci dengan baik maka kemungkinan besar atau
bisa dipastikan TUNER rusak.
Tapi apabila setelah pergantian IF
sudah benar ,dan siaran TV sudah terisi penuh,matikan TV minimal
1jam.Setel kembali, perhatikan apakah siaran tidak berubah dan tetap
bagus seperti pada saat prose searching ,maka selesai .Dan bila ada
sedikit perubahan warna atau suara ,berarti tuner mengalami kerusakan
dalam hal ini di sebut terjadi pergeseran.Ganti segera tuner.
Komponen
Tuner tidak berjalan sendiri.Pastikan supply tegangan untuk tuner
adalah normal .Baik untuk VCC-nya (5V/9V/12V) ada dan tegangan 33V
untuk tuning ada dan stabil,serta tegangan AGCnya normal sekitar 50-75%
dari tegangan catu.
Masalah pada komponen IF menyebabkan TV tidak
dapat mengunci, masalah pada tegangan 33V menyebabkan pergeseran siaran
atau tidak ada sama sekali jika 33Voltnya tidak ada.
Masalah pada IC program pun bisa menyebabkan tuner tidak bekerja karena setelan besaran tuning ada pada IC program.
Berbagai Penyebab Kerusakan Remote
Barangkali kita sering menemui Remote control yang tidak berfungsi/tidak dapat dipakai. Kadang nyebelin .
berikut ada beberapa penyebab :
Penyebab
pertama adalah bukan remote controlnya yang rusak, tapi sensor di
perangkat (TV/VCD/Compo dll). Pertanyaanya tentu bagaimana kita dapat
menentukan yang rusak remotenya atau perangkat? bila ada
perangkat/remote yang lain yang sejenis mungkin kita dapat mencobanya.
Tapi bila tidak ada perangkat atau remote lain yang bisa digunakan untuk
mencoba bagaimana? tenang…. ada sedikit tips. Remote control dapat
dites berfungsi atau tidak dengan menggunakan radio AM/MW. Coba
nyalakan radio pada gelombang MW/AM, kemudian pencet-pencet tombol di
remote sambil di dekatkan ke radio tadi. apabila di radio terdengar
bunyi “tut” saat tombol di pencet, berati tombol/remote kontrol
berfungsi, berarti kerusakan terjadi pada perangkat bukan pada
remotenya.Cara kedua adalah dengan mengarahkan remote ke sebuah kamera
HP, bila remote dalam keadaan baik pada saat tombol ditekan tekan akan
ada cahaya yang tertangkap oleh kamera HP
Penyebab kedua adalah
baterai remote habis, apabila hasil pengujian menggunakan radio
didapatkan diagnosa remote kontrol yang rusak,hal pertama yang harus
dilakukan adalah,pastikan batre remote kontrol baik/belum habis. Banyak
keluhan remote kontrol rusak hanya disebabkan karena batrenya yang
habis. Untuk itu,sebelum dilakukan pembongkaran remote, ada baiknya
batre diganti dengan yang baru.
Penyebab ketiga adalah terminal
baterai yang berkarat. ini bisa diakibatkan karena batere terlalu lama
terpasang dan lembab/rusak sehingga mengakibatkan terminal batre
berkarat. Bila ini terjadi, tentu arus dari batre tidak dapat menyuplai
tegangan kerja ke komponen aktif remote control, dan remote tidak
dapat bekerja.Penyebab paling sering adalah penggunaan batere yang
murahan yang bisa menyebabkan karat biasanya batere jenis ini
mengandung zat berbahaya Mercuri.
Penyebab keempat adalah papan PCB
kotor atau lembab. Ini dapat dilihat hanya bila remote control sudah
dibongkar. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pembersihan papan
PCB dari kotoran, bila terdapat kotoran yang menempel coba bersihkan
PCB dengan thinner.
Penyebab kelima adalah karbon aus/tipis. Biasanya
remote control, pada tombolnya dibagian bawah(sisi yang kontak dengan
PCB) dilapisi karbon. apabila karbon ini habis/menipis maka tombol
tidak bisa berfungsi. Apabila karbon sudah habis/tipis dapat diganti
dengan lapisan almunium voil yang terdapat pada bungkus rokok. Atau
dapat juga diganti dengan lapisan karbon yang baru(caranya dengan
dilapisi karbon cair yang sudah beredar dipasaran.Karbon cair ini akan
mengering setelah beberapa menit dilapiskan ke tombol)
Penyebab ke
enam adalah led infra merah rusak. Apabila Led ini rusak, tentu
data/perintah dari remote ini tidak dapat dipancarkan ke perangkat yang
akan kita kontrol.
Penyebab ketujuh adalah komponen CF yang rusak.
komponen ini adalah sebagai pembangkit frequensi pembawa data/perintah
dari remote Control. Apabila komponen ini rusak, tentu tidak akan ada
data yang bisa terkirim ke perangkat yang kita kontrol. komponen ini
biasanya berbentuk kotak kadang berkaki 2 ada juga yang berkaki 3.
komponen CF biasanya berwarna biru/hitam/kuning/orange.
Penyebab ke
delapan adalah Casing remote yang pecah, sehingga tombol yang kita
pencet tidak pas pada tombol di PCB. tentu ini akan menyebabkan tidak
adanya data/perintah yang kita masukkan ke remote Control.
Penyebab
ke sembilan adalah jalur PCB yang rusak. Ini akan mengakibatkan tidak
berfungsinya remote kontrol. Hal yang dapat dilakukan adalah
melakukan/penyambungan atau perbaikan jalur pada PCB.
Penyebab ke
Sepuluh adalah kerusakan komponen aktif pada remote(transistor/IC) bila
yang rusak cuma transistor mungkin bisa kita ganti dengan komponen
sejenis dan se type yang ada di pasaran. Namun bila yang rusak adalah
IC, biasanya sudah dapat diperbaiki rmonika
Penyebab ke sebelas
adalah rusaknya komponen pasif (resistor/condensator) kerusakan jenis
ini jarang sekali terjadi pada remote Control.
Demikian sekilas
tentang remote Control, untuk postingan depan saya akan coba mengulas
tentang bagaimana cara membuat alat untuk menguji baik tidaknya sebuah
remote :tv . Ok semoga bermanfaat .
Bagaimana cara membaca kode diode zener
Banyak engineers/teknisi yang tidak mau memberitahu bagaimana cara membaca kode/tanda dari diode zener.
disana
banyak type kode nomor pada badan sebuah diode zener. bentuk dari
diode zener kadang2 kita salah menganalisa seperti pada diode biasa.
untuk membedakanya kita bisa melihat kode nomer pada badanya, kadang pabrik menandai dengan kode ZD pada mainboardnya.
Untuk diode biasa dengan kode D, tapi kadang2 pabrik menandai zener diode dengan kode D juga.
untuk mempermudah membedakan antara diode zener dengan diode biasa kita bisa langsung bisa membaca nomer pada badan diode.
di bawah ini ada beberapa macam kode zener diode :
2v4=2.4 volt
12=12 volt
BZX85c22=22 volt 1 watt
BZY85c22=22 volt 1/2 watt IN4746=18 volt 1 watt
HZ 6c2= 6c2 =6.2 volt
untuk tegangan diode zener paling rendah 2.4v dan paling tinggi 200v 5 watt.
artikel ini semoga membantu temen2 yg kesulitan membaca diode zener.
Kode Transistor
Japanese Industrial Standard (JIS) Pro-electron code
SA: PNP HF transistor
SB: PNP AF transistor
SC: NPN HF transistor
SD: NPN AF transistor
SE: Diodes
SF: Thyristors
SG: Gunn devices
SH: UJT
SJ: P-channel FET/MOSFET
SK: N-channel FET/MOSFET
SM: Triac
SQ: LED
SR: Rectifier
SS: Signal diodes
ST: Avalanche diodes
SV: Varicaps
SZ: Zener diodes
A = low gain
B = medium gain
C = high gain
No suffix = ungrouped (any gain) The first letter indicates the material:
A = Ge
B = Si
C = GaAs
R = compound materials.
(Most common type is B.)
The second letter indicates the device application:
A: Diode RF
B: Variac
C: transistor, AF, small signal
D: transistor, AF, power
E: Tunnel diode
F: transistor, HF, small signal
K: Hall effect device
L: Transistor, HF, power
N: Optocoupler
P: Radiation sensitive device
Q: Radiation producing device
R: Thyristor, Low power
T: Thyristor, Power
U: Transistor, power, switching
Y: Rectifier
Z: Zener, or voltage regulator diode
Prinsip Kerja Optoceroupl
Bagi
rekan rekan teknisi yang sudah berpengalaman mungkin sudah tidak asing
lagi dengan komponen yang satu ini. Optocoupler merupakan komponen
yang berfungsi untuk mengatur feedback yang masuk ke STR / Transistor /
IC power pada bagian power supply. Optocoupler ini biasanya digunakan
pada TV yang belum terlalu lama diproduksi.
Optocoupler ini juga
berperan dalam proses start up TV serta juga berfungsi sebagai
penyetabil tegangan output power supply switching. Tapi saya yakin
kebanyakan teknisi juga banyak yang tidak mengerti bagaimana cara kerja
dari optocoupler ini.
Optocoupler adalah suatu piranti yang terdiri
dari 2 bagian yaitu transmitter dan receiver, yaitu antara bagian
cahaya dengan bagian deteksi sumber cahaya terpisah. Biasanya
optocoupler digunakan sebagai saklar elektrik, yang bekerja secara
otomatis.
Optocoupler adalah suatu komponen penghubung (coupling)
yang bekerja berdasarkan picu cahaya optic. Optocoupler terdiri dari
dua bagian yaitu :
1. Pada transmitter dibangun dari sebuah LED
infra merah. Jika dibandingkan dengan menggunakan LED biasa, LED infra
merah memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap sinyal tampak. Cahaya
yang dipancarkan oleh LED infra merah tidak terlihat oleh mata
telanjang.
2. Pada bagian receiver dibangun dengan dasar komponen
Photodiode. Photodiode merupakan suatu transistor yang peka terhadap
tenaga cahaya. Suatu sumber cahaya menghasilkan energi panas, begitu
pula dengan spektrum infra merah. Karena spekrum infra mempunyai efek
panas yang lebih besar dari cahaya tampak, maka Photodiode lebih peka
untuk menangkap radiasi dari sinar infra merah.
Ditinjau dari
penggunaanya, fisik optocoupler dapat berbentuk bermacam-macam. Bila
hanya digunakan untuk mengisolasi level tegangan atau data pada sisi
transmitter dan sisi receiver, maka optocoupler ini biasanya dibuat
dalam bentuk solid (tidak ada ruang antara LED dan Photodiode).
Sehingga sinyal listrik yang ada pada input dan output akan terisolasi.
Dengan kata lain optocoupler ini digunakan sebagai optoisolator jenis
IC.
Prinsip kerja dari optocoupler adalah :
• Jika antara Photodiode dan LED terhalang maka Photodiode tersebut akan off sehingga output dari kolektor akan berlogika high.
•
Sebaliknya jika antara Photodiode dan LED tidak terhalang maka
Photodiode dan LED tidak terhalang maka Photodiode tersebut akan on
sehingga output-nya akan berlogika low.
Lalu bagaimana proses kerjanya pada rangkaian TV!!!
Sekarang
coba kita perhatikan pada salah satu contoh rangkaian power supply di
bawah ini,klik pada gambar untuk melihat gambar lebih besar. Anda bisa
download rangkaian di halaman download skema. Mungkin akan ada sedikit
perbedaan dalam rangkaian yang lain tapi secara garis besar sama saja.
Kerusakan Gambar pada Polytron
osting
kali ini sekedar ingin berbagi pengalaman service TV pada merk
Polytron, kerusakan TV adalah gambar menyempit horizontal. Gambar yag
muncul pada tabung kurang lebih hana tiga perempat nya saja selebihnya
hitam alias tidak ada gambar
Seperti biasa metode saya dalam
memperbaiki TV pertama tama adalah cek visual pada keseluruhan chasis
dan komponen pada Chasis, ternyata tidak ada komponen yang terbakar.
Saya
cek ke bagian solderan Chasis,,ups,,,kelihatannya banyak solderan yang
sudah retak, saya pun menyolder ulang semua titik solderan sekalian.
Kadang dengan cara ini kita bisa lebih yakin supaya tidak ada yang
terlewat.
Setelah selesai menyolder hampir semua titik saya pun
mencoba menyalakan TV,,,hmmmm ternyata kerusakan masih persis sama .
Apanya saya pikir,,,,,lanjut kebagian Horizontal saya ukur tegangan
pada masing masing pin flyback,,,ternyata normal.
Tegangan B+ normal
sekitar 130VDC, saking penasaran nya saya langsung saja ganti
flyback,,,hhhhh,,,,ternyata masih sama. Penggantian juga dilakukan pada
beberapa komponen di sekitar flyback dan transformator switching
tetapi hasilnya nihil….fiuuhhh,,,, 2
Pengecekan berlanjut ke
bagian power supply, semua ELCO pada blok supply saya ganti, STR dan
kapasitor 2 kecil pun ikut diganti, saya coba kembali nyalakan TV ,
kerusakan masih sama heuheuheu…tenang tenang,,,,biar ga stress sambil
dengerin music hehehe
Ok semua komponen aktif yang dicurigai di blok
horizontal dan supply sudah coba diganti,,,kecuali satu yaitu opto
copler, walaupun jarang mengalami kerusakan saya pikir tidak ada
salahnya mencoba ,,,,ternyata setelah TV dinyalakan gambar yang muncul
normal alias full heuheuheu…
Saya tidak habis pikir ternyata biang
keladinya adalah si sensor tegangan 4 kaki ini nih,,,yup itu dia
serunya service TV , terkadang apa yang menjadi penyebab kerusakan
adalah yang benar benar diluar dugaan.
Oya bagi anda yang tidak tahu
atau masih awam, Opto coupler ini adalah komponen pada blok power
supply yang biasanya terdapat di dekat transformator switching power
supply.
Sedangkan fungsinya sendiri adalah untuk menyetabilkan
tegangan pada output Transformator saya juga memberikan gambarnya
supaya bisa lebih jelas….Ok semoga bisa menambah pengetahuan rekan
semua, bagi yang punya pengalaman service silahkan share
Bisa kita
perhatikan bahwa optocoupler merupakan penghubung / perantara IC STR
dan rangkaian MICOM melalui transistor pada jalur power.
Cara
kerjanya sederhana, pada saat TV dalam keadaan standby dan kita tekan
power pada remote / TV maka pada pin power MICOM akan memberikan sinyal
ke transistor lalu ke KA 431 ( semacam diode zener 3 kaki) untuk
menyalakan optocoupler dan kemudian optocoupler akan men-drive pin
feedback pada STR sehingga STR memulai proses switching dan kemudian TV
pun menyala normal. Ini adalah proses pada saat menyalakan TV.
Tidak
bisa saya sebutkan disini berapa tepatnya tegangan yang mengalir
karena penerapan pada beberapa merk Tv kemungkinan berbeda tapi secara
garis besar prinsipnya sama.
Lalu coba kita perhatikan lagi ternyata
pin 1 pada optocoupler juga dikoneksikan dengan output transformator
switching sehingga pada saat tegangan output switching berubah tegangan
yang mengalir ke photodiode pada optocoupler juga akan berubah seiring
dengan perubahan output switching yang selanjutnya akan berubah pula
cahaya yang diberikan ke receiver di optocoupler dan tegangan yang
mengalir ke F/B pada STR akan berubah sebanding dengan perubahan pada
tegangan output power supply. Dan untuk selanjutnya F/B pada STR inilah
yang kemudian menstabilkan tegangan output pada kisaran 125V (
tergantung merk dan ukuran TV).
Ini adalah proses pada saat menyetabilkan tegangan output menggunakan optocoupler.
Lalu
apa saja kerusakan yang mungkin timbul karena kerusakan komponen ini,
berdasarkan pengalaman penulis kerusakan yang mungkin timbul adalah TV
matot ( mati total ), TV stand by, gambar menyempit, transformator
flyback bunyi. Untuk dua kerusakan terakhir yang saya sebutkan agak
jarang.
Prinsip Kerja Televisi
Di bawah ini merupakan Artikel
tentang Prinsip dasar dan cara kerja televisi yang saya peroleh dari
bangku sekolah saya dulu, semoga bermanfaat.
1. DIAGRAM BLOK PENERIMA TV
Gambar 1. Diagram Blok Penerima TV Hitam Putih
Gambar 2. Diagram Blok Penerima TV Berwarna
Sebelum
kita mempelajari prinsip kerja penerima TV, ada baiknya mengetahui
sedikit tentang perjalanan objek gambar yang biasa kita lihat dilayar
TV. Gambar yang kita lihat adalah hasil produksi dari sebuah kamera.
Objek gambar yang ditangkap lensa kamera akan dipisahkan menjadi 3
warna primer yaitu merah (Red), hijau (Green) dan biru (Blue). Hasil
tersebut akan dipancarkan oleh pemancar TV(Transmitter) berupa sinyal
cromynance, sinyal luminance dan syncronisasi.
Selain gambar,
pemancar televisi juga membawa sinyal suara yang ditransmisikan bersama
sinyal gambar. Gambar dipancarkan dengan system amplitudo modulasi
(AM), sedangkan suara dengan system frekuensi modulasi (FM). Kedua
system ini digunakan untuk menghindari derau (noise) dan interferensi.
Gambar 3. Distribusi Objek Ke Televisi
2. SALURAN DAN STANDAR PEMANCAR TV
Kelompok
frekuensi yang ditetapkan untuk transmisi sinyal disebut saluran
(channel). Masing-masing mempunyai sebuah saluran 6 MHz dalam salah
satu bidang frekuensi (band) yang dialokasikan untuk penyiaran TV
komersial yaitu:
a) VHF bidang frekuensi rendah saluran 2 sampai 6 (54 – 88 MHz).
b) VHF bidang frekuensi tinggi saluran 7 sampai 13 (174 – 216 MHz).
c) UHF saluran 14 sampai 83 (470 – 890 MHz)
Ada 3 sistem pemancar TV yaitu sebagai berikut:
a) National Television System Committee (NTSC) digunakan USA
b) Phases Alternating Line (PAL) digunakan Inggris
c) Sequential Couleur a’Memorie (SECAM) digunakan Prancis
Sedangkan
Indonesia sendiri menggunakan system PAL B. Hal yang membedakan system
tersebut adalah format gambar, jarak frekuensi pembawa gambar dan
pembawa suara.
3. PRINSIP KERJA PENERIMA TV
Model dan jenisnya blok rangkaian TV bermacam-macam, tergantung pada merek TV yang digunakan.
Secara garis besar blok tersebut memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
a) Antena Televisi
Antena TV menangkap sinyal-sinyal RF dari pemancar televisi. Antena diklasifikasikan berdasarkan konstruksinya ada 3 yaitu:
1) Antena Yagi
2) Antena Perioda Logaritmis
3) Antena Lup
Klasifikasi lain berdasarkan jalur frekuensi gelombang yang diterima adalah:
1) Kanal VHF Rendah
2) Kanal VHF Tinggi
3) Kanal UHF
(a)Antena VHF Rendah (b) Antena VHF Tinggi
(c) Antena UHF
Antena Perioda Logaritmis
Antena Lup (Loop)
b) Rangkaian Penala (Tuner)
Rangkaian
ini terdiri dari penguat frekuensi tinggi (penguat HF), pencampur
(Mixer) dan osilator local. Rangkaian penala berfungsi untuk menerima
sinyal TV yang masuk dan mengubahnya menjadi sinyal frekuensi IF.
Gambar 8. Tuner
c) Rangkaian Penguat IF (Intermediate Frequency)
Rangkaian
ini berfungsi sebagai penguat sinyal hingga 1000 kali. Sinyal ouput
yang dihasilkan penala (Tuner) merupakan sinyal yang lemah dan sangat
tergantung pada jarak pemancar, posisi penerima dan bentangan alam.
Lingkaran merah menunjukkan rangkaian IF yang sebagian berada didalam
tuner. Gambar 9. Penguat IF
d) Rangkaian Detektor Video
Berfungsi
sebagai pendeteksi sinyal video komposit yang keluar dari penguat IF
gambar. Selain itu juga berfungsi untuk meredam sinyal suara yang akan
mengakibatkan buruknya kualitas gambar
e) Rangkaian Penguat Video
Rangkaian
ini berfungsi sebagai penguat sinyal luminan yangberasal dari detector
video sehingga dapat menjalankan tabung gambar atau CRT (Catode Ray
Tube)
f) Rangkaian AGC (Automatic Gain Control)
Rangkaian AGC
berfungsi menstabilkan sendiri input sinyal televisi yang berubah-ubah
sehingga output yang dihasilkan menjadi konstan. Lingkaran merah
menunjukkan komponen AGC yang berada didalam sebagian IC dan sebagian
tunerGambar 10. Rangkaian AGC
g) Rangkaian Penstabil Penerima Gelombang TV.
Rangkaian
penstabil penerima gelombang TV diantaranya adalah AGC dan AFT.
Automatic Fine Tuning berfungsi mengatur frekuensi pembawa gambar dari
penguat IF secara otomatis
h) Rangkaian Defleksi Sinkronisasi
Rangkaian
ini terdiri dari empat blok yaitu: rangkaian sinkronisasi, rangkaian
defleksi vertical, rangkaian defleksi horizontal dan rangkaian
pembangkit tegangan tinggiGambar 11. Rangkaian Defleksi Vertical
Gambar 12. Rangkaian Defleksi Horizontal
i) Rangkaian Suara
Suara
yang kita dengar adalah hasil kerja dari rangkaian ini, sinyal pembawa
IF suara akan dideteksi oleh modulator frekuensi (FM). Sebelumnya,
sinyal ini dipisahkan dari sinyal pembawa gambar :waaah
j) Rangkaian Catu Daya (Power Supply)
Gambar 14.Rangkaian Catu Daya
Berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi DC yang selanjutnya didistribusikan ke seluruh rangkaian.
Pada
gambar, rangkaian catu daya dibatasi oleh garis putih dan kotak merah.
Daerah di dalam garis putih adalah rangkaian input yang merupakan
daerah tegangan tinggi (Live Area). Sementara itu, daerah dalam kotak
merah adalah output catu daya yang selanjutnya mendistribusikan tegangan
DC ke seluruh rangkaian TV
k) Penguat Krominan
Penguat ini
menguatkan frekuensi 4,43 MHz untuk sinyal krominan yang termodulasi
dalam sinyal V (sinyal R-Y) dan sinyal U (sinyal B-Y). Lebar jalur
penguat 2 MHz
l) Sinkronisasi Warna
Didalam rangkaian sincronisasi warna, sinyal burst sinkronisasi warna dikeluarkan dari sinyal video warna komposit
m) Automatic Color Control (ACC)
Jika amplitudo sinyal ledakan naik, maka ACC mengeluarkan suatu tegangan kemudi yang memperkecil penguatan didalam bagian warna
n) Color Killer (Pemati Warna)
Rangkaian
ini berguna untuk menindas penguat warna, apabila sedang tak ada
sinyal krominan masuk. Ini terjadi pada waktu penerimaan sinyal
hitam-putih
o) Rangkaian Switching Fasa 180 (Pembelah Warna)
Dari
penguat krominan, sinyal diumpankan ke colour. Splitter (pembelah
warna). Pembelah warna ini memisahkan sinyal yang termodulasi dengan
sinyal V dari sinyal yang termodulasi dengan sinyal U. Pembelah warna
terdiri dari saklar PAL dan beberapa resistor. Pada akhir setiap garis,
selama ditariknya garis PAL maka sinyal V diputar 180 . Sinyal U tidak
mengalami putaran fasa
p) Demodulasi Warna
Dengan mempergunakan
demodulator warna, maka sinyal-sinyal perbedaan warna di demodulasikan
dari sinyal U dan V. Karena pada pemancar, sinyal-sinyal itu
dimodulasikan dengan system pembawa suppressed/dihilangkan dan hanya
kedua sub pembawa jalur samping (side band sub carier) yang ada. Agar
dapat mendemodulasikannya menjadi sinyal pembawa warna yang asli
kembali, maka diperlukan sub pembawa 4,43 MHz dengan fasa dan frekuensi
yang tepat sama seperti pada pemancar
1. Catu Daya memberikan tegangannya keseluruh bagian penguat
2.
Tuner menerima sinyal dari antenna dan memperkuat serta mengubah
frekuensi yang diterima menjadi sinyal IF (33,4 MHz dan 38,9 MHz).
Sinyal sub pembawa masih dibawa oleh sinyal IF Video
3. Penguat IF
dan detector berturut-turut memperkuat sinyal IF dan mendeteksi sinyal
videonya. Sinyal IF suara dihasilkan pula pada detector ini setelah
sinyal IF 33,4 MHz dan 38,9 MHz dicampur pada detector video
4. Sinyal IF suara diperkuat oleh penguat IF suara dan dideteksi oleh detector FM
5. Penguat audio memperkuat sinyal audio dari hasil detector FM. Kemudian sinyal audio diubah menjadi suara oleh loudspeaker
6. Rangkaian AGC mengatur penguatan penguat RF dan IF vidio, agar output sinyal vidio tetap amplitudonya
7. Sinyal vidio hasil deteksi diperkuat dan dimasukan ke katoda CRT
8. Sebahagian sinyal video dipisahkan pulsa sinkronisasinya
9. Pulsa sinkronisasi horisoltal diberikan ke osilator horizontal melalui AFC
10. Pulsa sinkronisasi vertical memicu osilator vertical agar sinkron
11. Sinyal pembelok vertical dan horizontal masuk ke kumparan defleksi dan juga kumparan konvergensi
12. Sinyal sub pembawa melalui penguat band pass diambilkan dari penguat video
13. Setelah proses demodulasi kroma oleh rangkaian kroma di peroleh sinyal (B – Y) dan (R –Y)
14. Dalam rangkaian matrik dihasilkan sinyal (G – Y) dari sinyal B – Y ) dan (R – Y)
15.
Sinyal Y pada katoda CRT dan sinyal (R – Y) , (G – Y) dan (B – Y)
menghasilkan pengaruh berkas electron antara katoda dan grid sesuai
dengan sinyal R,G dan B
PENGANTAR
Bagaimanakah Televisi Bekerja?
Sebelum
kita mengetahui prinsip kerja pesawat televisi, ada baiknya kita
mengetahui sedikit tentang perjalanan objek gambar yang biasa kita
lihat di layar kaca. Gambar yang kita lihat di layar televisi adalah
hasil produksi dari sebuah kamera.
Objek gambar yang di tangkap
lensa kamera akan dipisahkan berdasarkan tiga warna dasar, yaitu merah
(R = red), hijau (B = blue). Hasil tersebut akan dipancarkan oleh
pemancar televisi (transmiter). Pada sestem pemancar televisi,
informasi visual yang kita lihat pada layar kaca pada awalnya di ubah
dari objek gambar menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik tersebut akan
ditransmisikan oleh pemancar ke pesawat penerima (receiver) televisi.
PRINSIP KERJA TELEVISI
Pesawat
televisi akan mengubah sinyal listrik yang di terima menjadi objek
gambar utuh sesuai dengan objek yang ditranmisikan. Pada televisi hitam
putih (monochrome), gambar yang di produksi akan membentuk warna
gambar hitam dan putih dengan bayangan abu-abu. Pada pesawat televisi
berwarna, semua warna alamiah yang telah dipisah ke dalam warna dasar R
(red), G(green), dan B (blue) akan dicampur kembali pada rangkaian
matriks warna untuk menghasilkan sinyal luminasi.
Selain gambar, juga membawa suara ?
Selain
gambar, pemancar televisi juga membawa sinyal suara yang di
tranmisikan bersama sinyal gambar. Penyiaran telavisi sebenarnya
menyerupai suara sistem radio tetapi mencakup gambar dan suara. Sinyal
suara di pancarkan oleh modulasi frekuensi (FM) pada suatu gelombang
terpisah dalam satu saluran pemancar yang sama dengan sinyal gambar.
Sinyal gambar termodulasi mirip dengan sistem pemancaran radio yang
telah dikenal sebelumnya. Dalam kedua kasus ini, amplitudo sebuah
gelombang pembawa frekuensi radio (RF) dibuat bervariasi terhadap
tegangan pemodulasi. Modulasi adalah sinyal bidang frekuensi dasar (base
band).
Modulasi frekuensi (FM) digunakan pada sinyal suara untuk
meminimalisasikan atau menghindari derau (noise) dan interferensi.
Sinyal suara FM dalam televisi pada dasarnya sama seperti pada penyiaran
radio FM tetapi ayunan frekuensi maksimumnya bukan 75 khz melainkan 25
khz.
Saluran dan Standar Pemancar Televisi
Kelompok frekuensi
yang ditetapkan bagi sebuah stasiun pemancar untuk tranmisi sinyalnya
disebut saluran (chanel). Masing-masing mempunyai sebuah saluran 6 mhz
dalam salah satu bidang frekuensi (band) yang dialokasikan untuk
penyiaran televisi komersial.
1. VHF bidang frekuensi rendah saluran 2 sampai 6 dari 54 MHZ sampai 88 MHZ.
2. VHF bidang frekuensi tinggi saluran 7 sampai 13 dari 174 MHZ sampai 216 MHZ.
3. UHF saluran 14 sampai 83 dari 470 MHZ sampai 890 MHZ.
Sebagai
contoh, saluran 3 disiarkan pada 60 MHZ sampai 66 MHZ. Sinyal pembawa
RF untuk gambar dan suara keduanya termasuk di dalam tiap saluran
tersebut.
JENIS-JENIS SISTEM TELEVISI
Sistem pemancar televisi yang kita kenal di antaranya:
1. NTSC (National Television System Committee)
2. PAL (Phases Alternating Line)
3. SECAM (Sequential Couleur a Memorie)
4. PALB
NTSC
digunakan di Amerika Serikat, sistem PAL di gunakan di Inggris, sistem
SECAM digunakan di Perancis. Sementara itu, Indonesia sendiri
menggunakan sistem PALB. Hal yang membedakan sistem tersebut adalah
format gambar, jarak frekuensi pembawa dan pembawa suara.
Sistem Televisi Dasar di Dunia
Tipe Layar Televisi CRT (Cathode Ray Tube)
Pada
televisi jenis ini layar terlihat lebih cembung ketimbang jenis
lainnya. Teknologi televisi dengan tabung CRT tergolong paling tua dan
hingga saat ini terus digunakan dan dikembangkan. Walaupun telah muncul
teknologi yang baru. Tabung CRT hanya berisi sebuah tabung sinar katoda
(cathode-ray tube) sedang untuk perbandingannya, plasma terdiri dari
satu juta tabung fluorescent berukuran sangat kecil.
Tipe Layar Televisi Plasma
Dalam
prinsipnya, layar plasma tersusun atas dua lembar kaca. Di antara
keduanya diisi ribuan sel, yang ratusan di antaranya berisi gas xenon
dan neon. Dua jenis elektroda panjang, address electrode dan transparent
display electrode, direntangkan di antara lempengan kaca tersebut.
Saat layar plasma dihidupkan, elektroda-elektroda yang saling
berpotongan di atas sel itu diberi muatan listrik oleh komputer layar
untuk mengionisasi gas dalam sel. Ini berlangsung ribuan kali dalam
sepersekian detik. Arus listrik pun melewati gas di dalam sel dan
menghasilkan aliran partikel bermuatan listrik yang cepat, yang
merangsang atom gas tersebut melepaskan foton ultraviolet.
Foton ultraviolet berinteraksi dengan fosfor
Kemudian,
foton ultraviolet berinteraksi dengan fosfor yang akhirnya melepaskan
energi di dalam bentuk sinar foton yang jelas. Setiap pixel tersusun
atas tiga sel sub pixel yang terpisah, masing-masing dengan fosfor yang
berbeda warna, yaitu; merah, hijau, biru yang akan bercampur
menghasilkan warna pixel.
Untuk menyeragamkan kekuatan arus listrik
yang mengalir melalui sel berbeda, sistem kontrolnya akan menambah atau
mengurangi intensitas warna setiap sub pixel. Hal ini untuk
menghasilkan ratusan kombinasi merah, hijau, dan biru yang berbeda.
Dengan cara ini, sistem kontrol dapat menghasilkan warna dalam spektrum
luas, sekira ada 16,77 juta warna bisa dihasilkan sebuah layar plasma.
Inilah yang membuat tampilan gambar plasma sangat tajam dan jelas.
BAGIAN-BAGIAN TELEVISI
Rangkaian Catu Daya (Power Supply)
Rangkaian
berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi DC yang selanjutnya
didistribusikan ke seluruh rangkaian. Rangkaian catu daya dibatasi oleh
garis putih pada PCB dan daerah di dalam kotak merah. Daerah di dalam
garis putih adalah rangkaian input yang merupakan daerah tegangan tinggi
(live area). Sementara itu, daerah di dalam kotak merah adalah output
catu daya yang selanjutnya mendistribusikan tegangan DC ke seluruh
rangkaian TV.
Rangkaian Penala (Tuner)
Rangkaian ini terdiri dari
penguat frekuensi tinggi ( penguat HF ), pencampur (mixer), dan
osilator lokal. Rangkaian penala berfungsi untuk menerima sinyal masuk
(gelombang TV) dari antena dan mengubahnya menjadi sinyal frekuensi IF.
Rangkaian penguat IF (Intermediate Frequency)
Rangkaian
ini berfungsi sebagai penguat sinyal hingga 1.000 kali. Sinyal output
yang dihasilkan penala (tuner) merupakan sinyal yang lemah dan yang
sangat tergantung pada sinyal pemancar, posisi penerima, dan bentang
alam. Rangkaian ini juga berguna untuk membuang gelombang lain yang
tidak dibutuhkan dan meredam interferensi pelayanan gelombang pembawa
suara yang mengganggu gambar.
Rangkaian Detektor Video
Rangkaian
ini berfungsi sebagai pendeteksi sinyal video komposit yang keluar dari
penguat IF gambar. Selain itu, rangkaian ini berfungsi pula sebagai
peredam seluruh sinyal yang mengganggu karena apabila ada sinyal lain
yang masuk akan mengakibatkan buruknya kualitas gambar. Salah satu
sinyal yang di redam adalah sinyal suara.
Rangkaian Penguat Video
Rangkaian
ini berfungsi sebagai penguat sinyal luminan yang berasal dari
detektor video sehingga dapat menjalankan layar kaca atau CRT (catode
ray tube). Didalam rangkaian penguat video terdapat pula rangkaian ABL
(automatic brightness level) atau pengatur kuat cahaya otomatis yang
berfungsi untuk melindungi rangkaian tegangan tinggi dari tegangan
muatan lebih yang disebabkan oleh kuat cahaya pada layar kaca.
Rangkaian AGC (Automatic Gain Control)
Rangkaian
AGC berfungsi untuk mengatur penguatan input secara otomatis.
Rangkaian ini akan menstabilkan sendiri input sinyal televisi yang
berubah-ubah sehingga output yang dihasilkan menjadi konstan.
Rangkaian Defleksi Sinkronisasi
Rangkaian
ini terdiri dari empat blok, yaitu rangkaian sinkronisasi, rangkaian
defleksi vertikal, rangkaian defleksi horizontal, dan rangkaian
pembangkit tegangan tinggi.
Rangkaian Audio
Suara yang kita
dengar adalah hasil kerja dari rangkaian ini, sinyal pembawa IF suara
akan dideteksi oleh modulator frekuensi (FM). Sebelumnya, sinyal ini
dipisahkan dari sinyal pembawa gambar.
MENGHADAPI BEBERAPA PROBLEM PADA LAYAR CRT.
Kali ini saya membahas mengenai beberapa macam masalah / kerusakan yang ada hubungannya dengan layar crt.
SHORT KATODA DENGAN FILAMENT/HEATER
Bila
ini terjadi ,maka tampilan layar akan menampilkan warna yang tidak
normal,kehilangan satu atau dua warna primer (RGB),Juga bila salah satu
warna dominan terhadap yg lain dan di sertai garis Blanking.
Penting untuk bisa memastikan beda antara kerusakan pada CRT atau pada blok RGB circuit.
Kita
bisa menggunakan alat yang bernama CRT RESTORER GUN ( penembak
crt/layar) yang siap pakai.tapi alat tersebut relatif mahal bagi
kebanyakan teknisi.
Disini saya coba memberikan sedikit tips berdasar pengalaman saya di meja kerja.
Untuk
mengatasi hal ini dimana kaki salah satu katoda short terhadap heater (
ini menyebabkan short terhadap ground juga,karena jalur supply heater
berhubungan dgn jalur ground pada FBT).
Solusinya adalah tentunya
kita harus memisahkan jalur supply heater ini terhadap ground,bagaimana
caranya ? tentunya dengan memberikan jalur suplly tersendiri untuk
heater.Dari mana?tidak mungkin kita menggunakan trafo lagi untuk
tegangan heater.
Caranya dengan memanfaatkan lebih dari pada fungsi
FBT,karena FBT itu adalah sebuah transformator.Untuk mendapatkan
tegangan ekstra dari FBT adalah cukup dengan melilitkan beberapa gulung
kawat /kabel ke bagian FERRIT dari FBT.hasilnya masih berupa tegangan
AC frekwensi tinggi,gunakan dioda IN4007 dan elco 100uF/50V untuk
meratakannya.Pastikan sebelumnya bahwa tegangan yg terukur adalah
sekitar 6Volt dengan menambah atau mengurangi jumlah lilitan ( biasanya
antara 2 sampai 4 lilit).Catatan bahwa rangkaian ini tidak boleh sama
sekali berhubungan dengan jalur ground pada PCB TV.
Putuskan kedua
jalur heater pada pcb RGB ,dan solder dua buah kabel untuk menuju ke
rangkaian ini.Buat tempat tersendiri secara rapih .
Cara ini telah menolong saya pada kasus layar CRT SONY Trinitron,baik yg 29″ maupun 20″.
ALTERNATIF SCREEN SUPPLY
Screen
alternatif adalah cara untuk menggantikan fungsi dari screen FBT yang
tidak normal kurang terang/bright atau tak dapat di atur lagi karena
sudah di lem secara permanen,ini biasa terjadi pada merek
polytron,digitec,samsung dll.
Secara default ,G2 (Screen) mengambil
tegangan tinggi searah yang dihasilkan dari FBT bersama dengan tegangan
fokus.Keduanya diatur secara internal oleh resisitor dan potensio
internal untuk membagi besaran tegangan yang sesuai untuk Focus dan
Screen.G2 memerlukan besar tegangan antara 500-100VoltDC,tergantung
dari karakteristik CRT.
Untuk dapat menghasilkan tegangan pengganti
sebesar ini ,kita dapat mengambil dari titik collector Transistor
Horisontal out,karena pada titik ini terdapat tegangan hasil osilasi
antara TR dan Lilitan FBT yang cukup besar ( sekitar 1600v
ACp-p).karena besaran arus untuk G2 adalah relatif kecil ( hanya dalam
ukuran mA),maka aman bagi kita untuk sedikit mengambil arus dan
tegangan dari sini.Pun metoda ini juga memang diterapkan oleh SONY yang
menggunakan CRT TRINITRON.
Gunakan dioda tegangan tinggi (
disarankan dioda kacang).untuk meratakan tegangan ini.Resistor 100 ohm
adalah semata sebagai pembatas juga fuse untuk menghindari terjadinya
short pada rangkaian.resistor dan potensiometer pembagi adalah relatif
ukurannya,tapi harus dalam batasan ukuran Mega ohm,anda dapat mengganti
nilai disini untuk mendapatkan hasil tegangan yg diinginkan.Dulu cara
ini banyak saya terapkan pada TV digitec , polytron dan beberapa
monitor.
Rangkaian ini sangat mudah di buat dan dapat bekerja dengan baik.
CRT RESTORER
Rangkaian
CRT RESTORER disini berguna untuk menghilangkan kebocoran yang terjadi
antara katoda-katoda RGB terhadap Grid G1.Jika ini terjadi maka salah
satu atau lebih warna akan terlihat lebih dominan terhadap yg lain,dan
warna yg lain terlihat sangat lemah/redup,dapat anda ukur /bandingkan
tegangan ketiga warna primer tersebut pada posisi TV menyala;yaitu
warna yang redup akan terukur lebih rendah terhadap warna yg lain.
Ini
di akibatkan adanya partikel-partikel sangat kecil ( microscoptical
dust) yg menghambat laju electron dari ketiga Electron Gun CRT.
Cara
kerja rangkaian ini adalah memberikan tegangan tinggi negatif sesaat
kepada katoda RGB terhadap grid1.proses ini men-sarat kan kondisi CRT
masih panas setelah heater diaktifkan sebelumnya agar loncatan electron
menjadi mudah.
Konfigurasi rangkaian ini adalah menggunakan saklar
DPDT 4 posisi yang harus di modifikasi dahulu menjadi saklar tekan (
tidak mengunci) dengan maksud:
Perhatikan susunan skemanya..
“sudah di revisi”
Pada
saat saklar tidak di tekan,dioda penyearah mengisi elco
2,2uF/350v,katoda dan G1 menuju ke bagian rangkaian Vu meter.Dan
tegangan dari trafo 1amp langsung menuju ke heater untuk memanaskan .
Ketika
saat saklar di tekan, Elco akan terlepas dari jalur dioda dan akan
menghabiskan isinya ke kaki G1 sementara kaki katoda menuju jalur
negatif 300V.(memberi tegangan sesaat yang tersimpan dalam
elco),sementara itu tegangan heater dari trafo akan otomatis terputus
(open).penting untuk diingat bahwa selama proses pengisian tegangan ke
katoda ,tegangan heater harus putus.
Pembuatan alat ini harus
diletakan pada box plastik agar menghindari terkena setrum,gunakan
kaki-kaki soket RGB bekas untuk membuat soket “tusukan” sebanyak 4 buah
,jangan gunakan kabel yg terlalukecil,untuk membuat pegangan
tusukan,gunakan plastik sedotan dari air minum mineral ( aqua),potong
sepanjang 3cm,masukan kabel-kabelnya kedalam sedotan yg telah dipotong
dan selanjutnya solderkan ke kaki bekas soket RGB,dorong kembali kaki
soket RGB kedalam sedotan dengan maksud sebagai isolator sekaligus
pegangan.
Cara penggunaannya :
1.Masukan dua buah kabel colokan heater
2.Masukan colokan G1 ke pin G1 di CRT .
3.Masukan kaki colokan KATODA ke salah satu kaki CRT yang di duga lemah/rusak
4.Nyalakan alat ini dan tunggu hingga heater menyala untuk memanaskan dahulu
5.Tekan
saklar DPDT,sekilas anda perhatikan ada loncatan api di dalam CRT,no
problem ,itu adalah proses pembersihan kaki-kaki katoda,ulangi terus
sampai tak ada lagi bunga api yg terlihat.
6.Lakukan lagi terhadap
katoda warna lain yg dianggap bermasalah, dan jangan di coba menekan
saklar pada katoda yg masih normal.dibolehkan apabila di duga kurang
normal.
7.kalau masih belum menunjukan kisaran meter ukur yang
normal, naikan lagi tegangan heater dgn saklar pemilih ( 6V-7,5v atau
9V) untuk lebih memanaskan heater,harus di coba pada posisi tegangan
terendah dulu ,baru kemudian naikan tegangannya.
Sebagai patokan
seberapa besar simpangan meter yg normal,dapat anda coba/bandingkan
pada crt yg masih bagus untuk diukur tanpa melakukan
penge-charge-an.Tandai levelnya.
Meskipun saya sangat suka melakukan
perbaikan crt yang sudah gelap dengan alat ini.Tapi tidak di anjurkan
bagi para pemula,karena resiko terkena setrum dan putusnya heater
adalah bisa saja terjadi.Rangkaian di atas adalah orsinil buatan
ZICworkshop .
Selamat mencoba dan anda akan tahu sendiri hasilnya.
Jika
pada saat anda bekerja dengan alat ini dan tak berhasil??? ..tenang
saja..saya kira CRT tersebut memang sudah tidak bisa di restore.
Saya sarankan untuk selalu mencoba dan gunakan sebagai guru yang paling baik..
TERIMA KASIH
Bagaimana cara mengetahui kerusakan transformator pada TV?
1. ukur nilai tahanan coil / kumparan primer dan skunder dari trafo ( tidak short dan tidak tak terhingga)
2. On kan power trafo ukur nilai tegangan di bagian primer dan di bagian scunder.
3. nilai tegang ada yang s/d 600 Volt. dan 24 volt AC
4 ukur setelah bridge / penyearah nya untuk DC nya.
5 check fuse
6 silahkan mencoba bila tidak ketemu juga masalahnya silahkan bawa ke tukang servisce
CARA KERJA TELEVISI
Televisi
merupakan alat elektronika yang sangat akrab dengan kita. Musik, film,
gosip, dan berbagai berita dapat kita lihat dengan tampilan gambar
yang menarik. Bagaimana cara kerja televisi sehingga kita bisa melihat
acara-acara yang kitai sukai mirip dengan aslinya?
Televisi bekerja
dengan cara menerima gelombang elektromagnetik dan merubahnya menjadi
energi akustik dan cahaya yang bisa kita dengar dan lihat.
Layar
televisi menampilkan gambar yang berasal dari ribuan titik-titik kecil
(pixel) yang ditembak dengan elektron yang berenergi tinggi. Pixel
warna(merah, hijau, biru) inilah yang dikombinasikan dan ditampilkan di
layar komputer dalam bentuk gambar seperti yang kita lihat.
Cara kerja
televisiAgar
dapat bekerja dan menampilkan gambar dari stasiun TV favoritmu,
televisi terdiri dari bagian-bagian yang saling menunjang agar bisa
berfungsi. Secara garis besarnya bagian-bagian televisi berupa Antena,
Catu daya (power), Tunner, Rangkain detektor video, Rangkain penguat
video, dan Rangkain Audio.
Berikut ini garis besar cara televisi bekerja (lihat gambar)
1. Antena berfungsi untuk menangkap belombang yang dipancarkan oleh stasiun televisi
2. Sinyal yang datang dialirkan menuju ke colokan antena yang ada pada televisi
3.
Sinyal yang datang membawa gelombang suara dan gambar karena gelombang
yang diterima antena tv lebih dari satu macam (contoh gelombang
stasiun RCTI, ANTV, GLOBAL TV, SCTV, TRANS 7, dll). Sirkuit di dalam
televisi memisahkan gelombang ini (berupa suara dan gambar) sesuai
dengan saluran tv yang kamu pilih kemudian diproses lebih lanjut. Alat
pemisah disebut Tunner
4. Sirkuit penembak elektron menggunakan sinyal gambar ini untuk diproses ulang dengan bantuan kamera tv
5. Bagian ini menembakan tiga elektron (merah, hijau dan biru) menuju tabung sinar katoda
6.
Berkas elektron menerobos suatu cincin elektromagnet. Elektron dapat
dikendarai oleh magnit sebab mereka mempunyai elektron negatif. Dan
berkas elektron ini akan bergerak bolak-balik di layar televisi
7.
Berkas cahaya ini akan diarahkan ke layar yang diberi bahan kimia
berupa fosfor. Saat berkas elektron ini mengenai fosfor akan menampilkan
titik-titik warna merah, hijau dan biru. Yang tidak kena tetap
berwarna hitam. Kombinasi-kombinasi warna inilah yang menghasilkan
gambar di televisi
8. Gelombang suara akan diproses pada bagian ini untuk menghilangkan berbagai gangguan
9. Sinyal suara yang sudah disaring dikeluarkan melalui alat yang disebut speaker
farid service....